Spiga

The Complete Idiot's Guide to Understanding Islam

The Complete Idiot's Guide to Understanding Islam
Alpha | ISBN 0028642333 | 2001-10 | PDF | 408 pages | 63.5 MB
It may surprise readers to discover that Islam is the fastest-growing religion in the world, according to The Complete Idiot's Guide to Islam. "However, even more eye-opening is the fact that Islam is the fastest growing religion in North America," writes author Yahiya Emerick (How to Tell Others About Islam). Paradoxically, Islam is also one of the most misunderstood and maligned religions in North America. Fortunately, Emerick has written a viable antidote to the widespread confusion and ignorance. Using the Idiot's Guide's formula of questions and answers, sidebars, and small, easy-to-digest essays, Emerick makes Islam accessible to anyone who is inclined to learn more about this influential religion. Readers have much to glean from this comprehensive and balanced guidebook--primarily that Islam is a prayerful, peace-loving religion that has been misused in the name of terror, just as Hitler and other extremists have misused Christianity throughout history. Emerick devotes an entire section to "Looking at Women in Islam," in which readers can sort through even more misconceptions. The Idiot's Guide title belies the integrity of the book, which is an important contribution for our times. --Gail Hudson

http://depositfiles.com/files/1279485
http://depositfiles.com/files/1279349
NO MIRROR! ID131056 131056
romskikowsky 22 Jul 2007 09:50 Do not make advertising for the Islam, this is the wrong place ! ID:583915 583915
whateverish 22 Jul 2007 10:33 for those that want RapidShare's speed for larger files;
http://rapidshare.com/files/44313173/Complete_Idiots_Guide_to_Understanding_Islam_0028642333.part1.rar
http://rapidshare.com/files/44314969/Complete_Idiots_Guide_to_Understanding_Islam_0028642333.part2.rar
Enjoy ID:583935 583935
youness007 22 Jul 2007 10:40 thanks for that great book.
we need books like that for understanding more about this great religion. ID:583937 583937
sjc001 22 Jul 2007 12:00 Religion is what Man Uses to create god in his own image. And, religion is the greatest evil Man has ever created as well. ID:583964 583964
sjc001 22 Jul 2007 12:07 When they state fastest growing religion that means at a rate of 2.9% per year as compared to Christianity which is around 2.3% per year. BTW, world population growth is also around 2.3% per year.

This book is nothing more than what is called apologetics. Which is basically "Why tell a lie when a half-truth will do?" All dominance based religions do this sort of thing. Theists of this sort are intellectually dishonest.

BTW, speaking out against such evil is not racist and it is not hatred either. That is unless you believe that only one race can be Muslim? BTW, I treat all dominance based religions the same so it isn't prejudice either. I only have to respect another's right to believe whatever they want, not the belief itself.

Oh, and saying that they are "misusing" or that they're not TRUE [fill in the blank] is lame as well. They could say the very same of those who say this and use the same holy texts to prove it just as much as either would. As I had said, Man uses religion to create god in his own image.

Name one fundamentalist contemporary Muslim nation, that primarily uses Shar'a Law, that isn't oppressive. ID:583968 583968
bacchususa 22 Jul 2007 16:12 great book! i ve always wanted to know about islam from right sources. we ve been stuck with a devil's begotten religion called "Christianity", a religion started with the inquisition which murdered and terrorized the world for long and now we have neo-Christians fundamentalists that took this even farther.
lets take the real evil who hides underneath "Christianity" and root it out. this way, we wont end up with people like sjc001!

ID:584099 584099

YUSABBIH

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
(QS. 24:41)
    Saya tak tahu apa yang terjadi pada diri saya petang tadi. Tiba-tiba saya rasa keliru dan buntu. Saya berjalan ke tempat saya selalu bersembunyi. Di situ, saya akan tenggelam dengan bunyi deruan air, hiruk pikuk jangkrik yang bersahutan, siulan dan kicauan burung yang senantiasa ceria, desiran daun-daun dan rumput bila ditiup angin kencang.
    Di situlah saya selalu coba memahami bahasa alam. Di situ saya dapat memperhatikan ekosistem yang rapi. Semut-semut, kupu-kupu, burung-burung, ikan-ikan dan pelbagai hewan yang halus, tidak pernah saya tahu nama-nama mereka.
    Sinaran matahari begitu gagah menyebarkan cahayanya ke seluruh jagat. Masing-masing memantulkan cahayanya mengikut upaya dan kodrat masing-masing. Rumput-rumput, daun-daun begitu gagah, tidak tergugat dengan matahari yang memancar, tetap hijau… Mereka semua cerminan sifat-sifat Allah yang sungguh sempurna.
    Saya mengumpulkan semangat, daya tumpu, sehingga bunyi-bunyi itu bersatu…menjadi satu rentak… saya rasa sangat sunyi… tenang dan khusyuk…
    Angin terus-terusan menampar lembut seluruh jasad saya. Ketika itu saya merasakan Allah begitu dekat. Saya seolah faham saya sedang bersatu dengan alam untuk bertasbih mengagungkan-Nya semata. Subhanallah, walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahhu akbar….
***
    Allah yang Maha Agung senantiasa berbicara dengan kita. Tetapi kita tidak mengindahkannya. Bagaimanakah bahasa Allah itu? Bukankah bahasa itu ialah sesuatu yang memberi makna?
    Al-Qur'an bukti terunggul sifat Allah yang berbicara. Al-Qur'an sepanjang masa berbicara dengan kita. Tetapi kita sering menganggap al-Qur'an itu kaku. Sedangkan al-Qur'an itu sarat makna.
    Simbol juga mengandung makna, jadi simbol juga adalah bahasa. Isyarat merah sudah cukup memberi arti bahaya. Senyuman pula sudah cukup menggambarkan ceria atau bahagia walaupun tidak ada kata-kata.
    Dalam bahasa Arab, alamaat berarti tanda-tanda (simbol).  Alam yang kita duduki ini ialah tanda. Tanda ialah bahasa. Jadi alam ini ialah tanda Allah, alam ini ialah bahasa Allah.
    Iqra’. Kita perlu membaca dan menelaah dua kitab. Satu Kitab al-Qur'an dibaca dan ditadabbur; satu lagi kitab besar, kitab alam semesta yang mesti ditafakkur dan dihayati.
    Di dalam al-Qur'an Allah senantiasa memberi contoh malam dan siang, langit dan bumi, lautan dan daratan, hewan-hewan yang berjalan, yang melata, pohon-pohon, hujan dan musim, malah pelbagai lagi tentang alam. Itu semua adalah tanda.
    Jadi marilah kita baca ke dua-dua kitab, al-Qur'an dan alam dengan penuh khusyu', tadabbur, tafakkur, menghayati makna yang tersembunyi di setiap hurufnya, setiap kalimahnya, setiap ayatnya , setiap paragrafnya, setiap judulnya... dari sana pasti akan mengenali siapakah Pengarang karya yang agung ini.
    Perhatikan setiap kejadian yang besar dan kecil. Perhatikan juga di sekeliling. Perhatikan juga diri kita, malah ke dalam diri kita. Di situ akan terpantul Nama-nama-Nya, Sifat-sifat-Nya. Ia sangat jelas, terang, tidak pernah terselindung. Yang kabur hanyalah mata kita dan cermin hati kita. Kita seolah melihat, tapi kita rabun dan hampir buta.
    Rububiyyah Allah, Uluhiyyah Allah, terpampang terbentang di setiap perkara. Setiap makhluk kecil atau besar merupakan cerminan yang memantulkan pelbagai sifat-Nya. Sebagaimana matahari yang gagah dan garang, setiap makluk dengan kudrat yang paling kecil atau besar tetap mau memantulkan cahayanya yang terang. Lautan dengan kapasitasnya yang besar, embun dengan kudrat yang haqir kerdil, semuanya menyumbang... ingin memantulkan cahaya... menunjukkan kegagahan dan kekuatan sang matahari.
    Perhatikan setiap perkara, karena disana ada tanda. Tanda itu ialah bahasa. Bicara Allah kepada kita.
Subhanaka la 'ilma lana illa ma 'allamtana innaka antal 'Alim al-Hakim.


Dan seandainya pohon-pohon  di  bumi  menjadi  pena  dan  laut  (menjadi tinta),  ditambahkan  kepadanya  tujuh  laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya  (dituliskan)  kalimat  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 31:27)


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!"

Video tentang pengenalan Islam



untuk melihat video lebih banyak lagi silahkan kunjungi mutiara amaly video

Kisah dan cerita tentang orang orang yang kembali ke Islam klik mutiara hidayah

Kisah dan cerita kebencian yang membabi buta tanpa logika waras klik kalap

Video tentang pengenalan Islam



untuk melihat video lebih banyak lagi silahkan kunjungi mutiara amaly video

Kisah dan cerita tentang orang orang yang kembali ke Islam klik mutiara hidayah

Kisah dan cerita kebencian yang membabi buta tanpa logika waras klik kalap

Video tentang pengenalan Islam

Perlu Syukur

ALLAH melimpahkan rahmat-Nya kepada manusia sepanjang masa, tanpa sedetik pun terlepas dinikmati manusia. Jika tanpa rahmat Allah sedetik, pasti musnah seluruh alam ini, termasuk manusia dan segala kemegahan yang dikagumi selama ini.
Sepantasnya senantiasa sadar dan menyatakan rasa bersyukur kepada-Nya di atas segala nikmat hidup yang dianugerahkan. Sifat menunjukkan rasa bersyukur bukan saja satu amalan seperti mengucapkan rasa berterima kasih sesama manusia.
Sebaliknya, perbuatan yang berkaitan tanda bersyukur juga menjadi bukti tanda keimanan seseorang. Orang beriman senantiasa sadar siapakah dirinya dan tujuan asal diciptakan Allah. Apa yang dinikmati dan dimiliki di dunia ini adalah milik Allah yang dipinjamkan sementara saja.
Nikmat yang Allah sediakan untuk manusia amat besar. Manusia tidak mampu menggerakkan anggota badan sendiri tanpa izin Allah. Malah, tidak ada satu sel badan, daripada bermilyar-milyar sel dalam badan, dapat berfungsi sendiri melainkan ia ketentuan Allah.
Maka, besarnya kekuasaan Allah dan nikmat diberikan kepada manusia. Sesungguhnya, kehidupan ini serba lengkap dan sempurna. Manusia tidak mampu menghitung apa yang dinikmati karena tidak ada satu pun melainkan ia adalah ihsan karunia Allah.
Sedangkan Allah Maha Pengasih dan Maha Pemurah tidak meminta sebarang balasan terhadap apa dianugerahkan kepada manusia, melainkan beribadat dan bertakwa kepada-Nya.
Setiap yang dilakukan manusia adalah untuk dirinya sendiri baik di dunia maupun akhirat, Allah tidak mengharapkan pertolongan dari manusia.
Melihat sifat manusia mudah lupa, Allah banyak memberi peringatan dalam al-Quran yang menyebut kalimah syukur digandengkan dengan kalimah zikir.
Kedua kalimah itu memberi peringatan supaya manusia mengkaji setiap kejadian alam yang dijadikan Allah, tidak mudah lupa diri dan tidak bersikap angkuh.
Orang yang tidak bersyukur mudah lupa apabila mendapat kemewahan dan kejayaan hidup. Menganggap itu adalah hasil dari usahanya sendiri, serta menjadi kufur dan ingkar kepada Allah.
Sedangkan apabila dirinya ditimpa kecelakaan dan kesukaran hidup, maka mudah pula dia hilang pertimbangan dan keyakinan diri, lalu menyalahkan Allah atas nasib yang menimpanya.
Ironinya, tidak menganggap kecelakaan dan kegagalan itu bersumber dari sikapnya sendiri.


 


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!"

SINETRON

Tanpa menafikan adanya manfaat. Hanya saja madhorotnya lebih besar dan nyata.
Tayangan tayangan di televisi kian menghancurkan martabat bangsa dan generasi negri ini. Hampir tiada hari tanpa sinetron dan infotaiment. Hampir tiada sinetron tanpa kisah anak gadis hamil diluar nikah, hampir tiada infotaiment tanpa kisah pacaran, putus-nyambung kawin–cerai selebritis yang semua itu adalah perkara yang di benci Allah dan Rasulnya.
Dan... efek dari semuanya ini langsung dibuktikan dalam "buser", "sergap", "investigasi" dll pemerkosaan, perampokan, pembunuhan dan berbagai kejahatan lain sebagaimana yang dicontohkan dalam sinetron. Sungguh nyata dan terbukti sukses. Mereka yang merancang program tayangan, mereka yang menayangkan bukti efek dan akibatnya. Demi perut, menunjukkan kebodohan diri tanpa malu. 
Bahasa bahasa yang nampak keren dan ngetrend tersebut sesungguhnya nampak indah hanya bagi hati dan pikiran yang telah rusak, bagi yang nuraninya telah mati. Sinetron yang ada hanya karya karya murahan, jiplakan, dan tak bermutu hanya untuk mengeruk keuntungan materi tanpa peduli nasib generasi. Malang nian  demi perut sanggup merusak generasi dan negrinya sendiri. Sanggup menempuh dosa.
Infotaiment bahasa lain yang mudah dipahami adalah ghibah. Allah telah menjelaskan ghibah itu artinya memakan bangkai saudara sendiri. Allah juga telah memberikan contoh nyata "hadits ifki" menyebar isu adalah sebuah dosa besar. Allah dan Rasulnya justru mengajarkan kebaikan bahwa aib saudaranya itu selayaknya ditutupi. "Man satara musliman satarallahu yaumal qiyamah" Barang siapa yang menutupi aib saudaranya maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.
***
Saudaraku... masih menikmati proses merusak generasi dan menghancurkan negri ini ?